Senin, 11 Januari 2021

Teks Eksplanasi

Mengubah teks iklan menjadi teks eksplanasi

Pizza

Pernyataan umum:

Pizza adalah sebuah makanan seperti roti yang berasal dari italia. Sekarang pizza sudah tersebar luas di berbagai negara termasuk indonesia. Di indonesia sendiri pizza cukup terkenal, dan tidak sedikit orang yang menyukainya. Mulai dari anak kecil hingga orang dewasa menyukai pizza. Pizza disukai oleh orang-orang karena rasanya yang enak, gurih, dan ada bermacam-macam varian rasa. Disaat orang-orang sedang bosan makan nasi, mie. Pizza menjadi salah satu pilihanan makanan mereka di saat itu.

Deretan penjelas :

Pizza terbuat dari adonan tepung yang di bentuk menjadi bulat datar, kemudian di masukkan ke dalam oven. Lalu setelah di oven pizza tersebut akan di berikan beberapa topping tambahan. Bisa di tambah saus tomat, saus sambal, ada juga sosis. Daging ayam atau sapi di potong kecil-kecil di atasnya. Bisa juga dengan keju parut atau pun keju mozarella. Pizza ini pun di bagi ke berbagai ukuran, ada ukuran yang kecil, sedang dan besar. Kita bisa mengkonsumsi pizza ini sesuai dengan porsi kita. Dan juga kita  tidak perlu khawatir dengan harganya yang mungkin bagi sebagian orang menganggapnya mahal karena mulai dari tanggal 2 Januari sampai 29 Februari salah satu tempat makan pizza terkenal  yaitu Pizza Hut akan memberikan diskon sebesar 30% untuk menu pizza Beef Pronto. promo ini diberikan setiap hari dengan mandiri kartu kredit. namun diskon ini hanya bisa di pakai jika disantap langsung di restoran. 

Interpretasi :

Kita bisa menemukan pizza di berbagai tempat seperti di restoran, di mall, di supermarket dan bahkan kita pun juga bisa mencoba membuat pizza sendiri dirumah karena bahan-bahan nya yang mudah di temukan. di zaman sekarang pun kita sudah bisa dengan mudah membeli pizza, karena bisa dengan menggunakan aplikasi saja kita bisa langsung memesan nya lewat ponsel dan tinggal menunggu nya dirumah. Sehingga kita tidak perlu pergi keluar rumah dan menghabiskan ongkos untuk membelinya. Kita pun juga bisa langsung memesan nya dengan cara langsung menelfon ke bagian delivery nya. selain karena mudah untuk membeli atau membuatnya, pizza sendiri juga sangat disukai karena sering memberikan promo-promo menarik untuk para penggemar pizza. Oleh karena itu pizza disukai oleh banyak orang karena rasanya yang enak dan mudah di cari bahkan bisa di buat, serta memiliki harga yang terjangkau.

Jumat, 20 November 2020

Resensi Buku Non-Fiksi

 Identitas Buku

Judul Buku                   : Seni Budaya

Penulis Buku                : Zackaria Soetedja, Dewi Suryati, Milasari, Agus Supriatna

Penerbit Buku             : Pusat Kurikulum dan Pembukuan, Balitbang, Kemendikbud

Cetakan                       : 1, 2014 ISBN 978-602-282-458-9 (Jilid 1)

                                      2, 2016 (Edisi Revisi)

                                      3, 2017 (Edisi Revisi)

Tebal Buku                  : 240 Halaman



Sinopsis Buku Seni Budaya

Pelajaran seni budaya sangatlah penting di masa sekarang, pelajaran ini mendorong kita agar bisa lebih aktif lagi. dalam pelajaran seni kali ini kita akan mempelajari tentang pameran karya seni rupa, kritik karya seni rupa, pertunjukan musik, kritik musik, meragakan gerak tari tradisional, kritik tari, merancang pementasan teater, pementasan teater. buku ini tidak hanya mencakup keterampilan seni saja tetapi juga mencakup teori-teori seni. buku ini digunakan untuk membantu pembentukan manusia melalui seni. 

kegunaan kita mempelajari buku ini selain untuk memperdalam ilmu seni kita. kita juga sambil melestarikan kebudayaan kita. dan sambil menghargai seni dan warisan budaya yang kita miliki. oleh karena itu kita harus mempelajari buku ini. buku ini bisa digunakan di dalam sekolah maupun di luar sekolah. karena pada dasarny buku ini sama-sama buku pembimbing untuk mempelajari seni. 

buku ini dipersiapkan untuk kelas 10 semester 2. materi-materi yang terdapat dalam buku ini sudah dirangkum sedemikian rupa untuk dipelajari di kelas 10 pada semester ke 2. diharapkan buku ini dapat membantu pada murid serta guru-guru untuk mengajar dan mempelajari seni lebih mendalam lagi, sehingga kebudayaan bisa terus di lestarikan dan dikembangkan. 

Kelebihan Buku

Buku ini mampu memberikan informasi tentang berbagai macam seni dan memberikan detail-detail yang memudahkan. Serta diberikan juga teknik-teknik dalam melakukan sebuah seni tersebut. buku ini bisa membantu kita untuk mempelajari seni karena cukup banyak materi-materi yang relevan dengan zaman sekarang 

Kekurangan Buku

Sangat sedikit contoh gambar dalam buku ini, dan terkadang terdapat kata-kata yang sulit untuk dimengerti

Minggu, 01 November 2020

Buku Fiksi dan Nonfiksi

Buku fiksi merupakan salah satu jenis narasi literer dan termasuk jenis cerita rekaan. Isi dari buku fiksi berusaha untuk menghidupkan perasaan atau menggugah emosi pembacanya melalui kata yang digunakan serta pesan yang disampaikan oleh pengarang.

Karakteristik buku fiksi adalah sebagai berikut.

a.       Menggunakan gaya bahasa

b.       Bersifat konotasi atau makna yang ditambahkan

c.       Berbentuk novel atau puisi atau cerpen

d.       Isi berdasarkan imajinasi atau khayalan

Buku nonfiksi merupakan karya yang bersifat faktual atau peristiwa yang benar-benar terjadi. Buku ini berfungsi sebagai penunjang buku utama, yaitu buku teks pelajaran.

Karakteristik buku nonfiksi adalah sebagai berikut.

a.       Materi dapat bersifat kenyataan atau rekaan

b.       Pengembangan materi tidak terkait langsung dengan kurikulum atau kerangka dasarnya

c.       Materi disajikan secara populer atau teknik lain yang inovatif

d.       Penyajian materi dapat berbentuk deskripsi, eksposisi, argumentasi, narasi, puisi, dialog, dan/atau menggunakan penyajian gambar

e.       Penggunaan media bahasa atau gambar dilakukan secara inovatif dan kreatif

Untuk menyusun laporan hasil membaca buku fiksi maupun nonfiksi, diperlukan analisis unsur intrinsik dan ekstrinsiknya.

Unsur intrinsik adalah unsur yang menyusun sebuah karya sastra dari dalam yang mewujudkan struktur suatu karya sastra. Berikut ini adalah penjelasan mengenai unsur-unsur intrinsik.

a.       Alur

Alur atau jalan cerita merupakan pola pengembangan ncerita yang terbentuk oleh hubungan sebab-akibat. Intiasari alur ada pada permasalahan cerita. Akan tetapi suatu permasalahan dalam cerita tak bisa dipaparkan begitu saja; jadi harus ada dasarnya. Oleh karena  itu, alur terdiri atas (1) saling mengenal, (2) munculnya konflik, (3) konflik meninggi, (4) klimaks, dan (5) menyelesaikan konflik atau masalah.

b.       Tema

Tema adalah inti atau ide pokok dalam cerita. Tema merupakan awal tolak pengarang dalam menyampaikan cerita. Tema suatu cerita menyangkut segala persoalan dalam kehidupan manusia, baik masalah kemanusiaan, kekuasaan, kasih sayang, dan sebagainya,

c.       Penokohan

Penokohan adalah cara pengarang menggambarkan dan mengembangkan karakter tokoh-tokoh dalam cerita. Untuk menggambarkan karakter seorang tokoh, pengarang dapat juga menyebutkan langsung, misalnya si A itu penyabar, si B itu murah hati. Penjelasan karakter tokoh dapat pula melalui gambaran fisik dan perilakunya, lingkungan kehidupannya, cara bicaranya, jalan pikirannya, ataupun melalui penggambaran oleh tokoh lain.

d.       Sudut pandang

Sudut pandang adalah posisi pengarang atau narator dalam membawakan cerita tersebut. Posisi pengarang dalam menyampaikan cerita ada beberapa macam : narator serba tahu adalah narator bertindak sebagai pencipta segalanya yang serba tahu. Ia tahu segalanya, ia dapat menciptakan segala hal yang di inginkannya. Ia dapat mengeluarkan dan memasukkan para tokoh. Ia dapat mengemukakan perasaan, kesadaran, ataupun jalan pikiran para tokoh cerita. Pengarang dapat mengomentari kelakuan para tokoh-tokoh dalam cerita, bahkan juga dapat berbicara langsung dengan pembacanya. Narator objektif adalah pengarang tak memberi komentar apapun. Pembaca hanya disuguhi “hasil pandangan mata”. Pengarangnya menceritakan apa yang terjadi seperti penonton melihat pementasan drama. Pengarang sama sekali tak mau masuk ke dalam pikiran para pelaku. Dalam kenyataanya, orang memang hanya dapat melihat apa yang dilakukan orang lain. Dengan melihat kelakuan orang lain tersebut, juga boleh menilai kehidupan kejiwaannya, kepribadiannya, jalan pikirannya, dan perasaanya. Motif tindakan pelakunya hanya bisa kita nilai dan perbuatan mereka. Dalam hal ini, jelaslah bahwa pembaca sangat diharapkan pertisipasinya. Pembaca bebas menafsirkan apa yang diceritakan pengarang. Narator aktif adalah narator juga aktor yang terlibat dalam cerita tersebut yang terkadang fungsinya sebagai tokoh sentral. Tampak dalam penggunakaan kata ganti orang pertama (aku, kami). Dengan posisi yang demikian, narator hanya boleh melihat dan mendengar apa yang orang biasa lihat atau dengar. Selanjutnya narator mencatat tentang apa yang dikatakan atau dilakukan tokoh lain dalam suatu jarak penglihatan dan pendengaran. Narator juga tidak dapat membaca pikiran tokoh lain kecuali hanya menafsirkan dari tingkah laku fisiknya. Narator juga tidak dapat melompati jarak yang besar. Hal-hal yang bersifat psikologis dapat dikisahkan jika menyangkut dirinya sendiri. Narator sebagai peninjau adalah pengarang memilih salah satu tokohnya untuk bercerita. Seluruh kerjadian yang ada pada cerita lakukan bersama tokoh ini. Tokoh ini bisa bercerita tentang pendapatnya atau perasaannya sendiri. Sementara itu, terhadap tokoh-tokoh lain, ia hanya boleh menyampaikan tentang, kita sesuai apa yang ia lihat. Jadi teknik ini merupakan penuturan pengalaman seseorang. Dalam beberapa hal, teknik ini sebenarnya hampir sama dengan teknik orang pertama, tetapi teknik ini lebih bebas dan fleksibel dalam bercerita.

e.       Latar

Latar merupakan tempat, waktu dan suasanya terjadinya perbuatan tokoh atau peristiwa yang dialami tokoh. Dalam cerpen, novel, ataupun bentuk prosa lainnya. Terkadang biasanya tidak disebutkan secara jelas latar perbuatan tokoh itu, misalnya, di tepi hutan, di sebuah desa, pada suatu waktu, pada zaman dahulu, di kala senja

f.        Amanat

Amanat merupakan ajaran moral atau pesan yang hendak disampaikan pengarang kepada pembaca melalui karya yang diciptakannya itu. Tidak terlalu berbeda dengan bentuk cerita yang lainnya, amanat dalam novel akan disimpan rapi dan disembunyikan pengarangnya dalam keseluruhan isi cerita. Oleh karena itu, untuk mendapatkannya, tidak cukup hanya membaca dua atau tiga paragraf, melainkan membaca cerita tersebut sampai tuntas.

Unsur ekstrinsik adalah bagian atau komponen yang terdapat dalam sebuah karya sastra (cerpen, novel, puisi dan lainnya) yang membentuk atau membangun sebuah karya sastra dari luar. Dengan kata lain, unsur ekstrinsik adalah unsur yang memengaruhi sebuah karya sastra yang berasal dari luar. Jadi unsur ekstrinsik merupakan unsur yang berada di luar karya sastra. Namun memiliki pengaruh terhadap karya sastra secara tidak langsung. Berikut ini adalah unsur-unsur ekstrinsik karya sastra.

a.       Latar belakang/biografi pengarang

Biografi adalah sebuah kisah yang menceritakan proses kehidupan seseorang (pengarang karya sastra) untuk mengetahui latar belakang atau biografi sang penulis dapat melalui beberapa faktor. Pertama dapat dilakukan dengan meninjau riwayat hidup. Dengan meninjau riwayat hidup, kita dapat mengetahui tentang biografi, pendidikan, prestasi, dan lain-lain terkait dengan penulis. Faktor ini snagat berpengaruh terhadap pola pikir dan paradigma tentang suatu hal yang dipandangnya.

Kedua, kondisi psikologis penulis. Faktor ini akan menunjukkan motivasi atau mood seorang penulis dalam megnhasilkan sebuah karya sastra. Kita dapat melihatnya dengan cara memerhatikan pola hidupnya stiap hari, memerhatikan mimik wajahnya, memerhatikan kegiatannya, atau bahkan dapat menanyakannya secara langsung kepada penulis tersebut. 

Ketiga, aliran sastra penulis. Aliran sastra penulis merupakan suatu panutan yang diyakini oleh seorang penulis dan setiap penulis memiliki aliran sastra yang berbeda antara penulis satu dengan penulis yang lain. Hal tersebut akan dapat memengaruhi terhadap gaya behasa yang idgunakan dalam menghasilkan sebuah karya sastra.

b.       Kondisi masyarakat dan lingkungan penulis

Salah satu unsur yang dapat memengaruhi pembentukan sebuah karya sastra adalah unsur kondisi masyarakat dan lingkungan penulis. Unsur tersebut akan memberikan pengaruh terhadap hasil dari sebuah karya sastra, pengaruh yang diberikan dapat berbentuk gaya bahasa yang digunakan, model dari sebuah karya sastra, bahkan latar dapat dipengaruhi oleh unsur kondisi masyarakat dan lingkungan sang penulis.

Terdapat beberapa faktor yang ada di dalam unsur kondisi masyarakat dan lingkungan penulis, yaitu :

1.       Ideologi suatu negara

2.       Kondisi politik yang diamati oleh penulis

3.       Kondisi sosial masyarakat tempat penulis tinggal

4.       Kondisi lingkungan tempat penulis tinggal

5.       Kondisi ekonomi yang dialami penulis dan masyarakat lingkungannya

c.       Nilai-nilai yang tersemat dalam karya sastra

Unsur ini hampir sama dengan unsur amanat yang ada dalam unsur intrinsik, yaitu memberikan pengetahuan dan pemahaman akan sesuatu terhadap pengamanat melalui kandungan nilai-nilai yang tersemat dalam sebuah karya sastra tersebut. Nilai-nilai yang ada dalam unsur ekstrinsik berpengaruh tidak nyata, namun dapat dirasakan keberadaannya dengan sebuah pemahaman yang mendalam akan sebuah karya sastra. Dengan memahami secara mendalam arti kandungan sebuah karya sastra, kita dapat menganalisis nilai-nilai apa saja dan amanat apa saja yang ada di dalam karya sastra tersebut. Berikut adalah nilai-nilai yang dapat memengaruhi sebuah karya sastra.

1.       Nilai agama

Nilai agama yang terkandung dalam sebuah karya sastra pada umumnya memberikan gambaran terkait dengan tuntutan, hukum. Ajaran, amanat, dan lain-lain suatu agama yang dikemas ke dalam sebuah karya sastra dengan baik dan indah.

2.       Nilai sosial

Nilai sosial dalam sebuah karya sastra pad aumumnya juga memberikan penjelasan dan gambaran terkait dengan fenomena sosial, rekonstruksi sebuah masyarakat, amanat, dan lain-lain dan juga dikemas indah ke dalam sebuah karya sastra.

3.       Nilai moral

Nilai yang ketiga adalah nilai moral yang merupakan nilai yang memberikan gambaran ke dalam sebuah kerya sastra terkait dengan etika atau akhlak dalam berprilaku terhadap sesama. Nilai moral dalam sebuah karya sastra biasanya ditunjukkan dengan adanya sebuah perilaku dan tutur kata baik yang diperankan oleh tokohnya.

4.       Nilai budaya

Nilai budaya dalam sebuah karya sastra menceritakan tentang sebuah kebudayaan, tradisi, adat istiadat yang berlaku dalam suatu wilayah tertentu. Nilai budaya juga dapat memberikan amanat terkait dengan pelestarian budaya, dan amanat-amanat yang lainnya.

 

Sumber : Buku Bahasa Indonesia kelas XII SMK/MAK Yudhistira, Buku Bahasa Indonesia Bumi Aksara

 

Jumat, 02 Oktober 2020

Teks Editorial

     Apakah Vaksin Corona Akan Membuat Kehidupan Normal Dengan Cepat?


Seperti yang kita ketahui virus corona telah menyebar luas. Pemerintah pun terus berusaha untuk mencari jalan keluar dari masalah ini. namun sayangnya hingga saat ini belum dapat dipastikan kapan masalah pandemi ini akan berakhir.

Banyak orang yang percaya bahwa vaksin adalah satu-satunya jalan keluar dari masalah ini. namun, apakah benar? 

Sekelompok ilmuan terkemuka memperingatkan keberadaan vaksin virus corona tidak akan mengembalikan kehidupan normal dalam waktu yang singkat, bahkan vaksin yang efektif sekalipun. sebuah laporan menjelaskan bahwa masih diperlukan sikap realistis mengenai apa yang dapat dicapai oleh vaksin dan terkait dengan waktunya.

Saat ini sudah lebih dari 200 vaksin virus corona dikembangkan oleh para peneliti di seluruh dunia, proses pengembangan vaksin ini berjalan dengan begitu cepat, dimana baru kali ini terjadi. vaksin memang menjadi harapan banyak orang di dunia ini. namun perlu diketahui bahwa pengembangan vaksin dipenuhi dengan banyak kegagalan.

Penasihat inggris masih optimis bahwa beberapa orang kemungkinan bisa mendapatkan vaksin di tahun ini. dan vaksinasi massal akan dimulai tahun depan. namun ini tetap membutuhkan proses yang panjang. namun walaupun memang itu akan terjadi, belum tentu hidup kita sekarang akan menjadi normal dalam sekejap. 

Diperkirakan juga vaksinasi orang harus dilakukan 10 kali lebih cepat dibandingkan kampanye flu tahunan dan akan menjadi pekerjaan penuh waktu yang membutuhkan 30.000 staf terlatih. dari data uji coba awal menunjukkan, vaksin memicu respon kekebalan meski penelitian belum juga menunjukkan cukup atau tidak untuk memberikan perlindungan yang cukup untuk melawan virus corona ini. 

Saat, kita semua dan pemerintah tentunya harus terus berupaya untuk menjaga diri masing- masing dan sesama kita agar bisa mengurangi jumlah pasien covid. dan kita semua pastinya sangat berharap ini semua akan segera berakhir. marilah kita bersatu, saling menguatkan dan saling menjaga agar bisa melewati pandemi ini. 

Minggu, 06 September 2020

Konversi Teks Cerita Sejarah

 Contoh Teks Sejarah Tentang Pribadi Pahlawan R.A Kartini 

Orientasi

Raden Ajeng Kartini atau kita kenal Bu Kartini. Dia adalah salah satu keturunan dari keluarga terhormat, lahir pada 21 April 1879. Dan keluarganya, yang meninggalkan sesuatu, pendidikan.

Dia pernah duduk di sekolah dasar sampai dia menyelesaikan sekolah dasar. Dia tidak pernah puas dengan sains dan membawanya ke tingkat yang lebih tinggi

Tetapi ayahnya tidak setuju dengannya untuk melanjutkan pendidikannya. Mengetahui sikap ayahnya, dia sedih tetapi tidak bisa mengubah keputusan ayahnya.

Peristiwa dan Masalah

Kebiasaan dalam keluarga adalah bahwa seorang gadis atau wanita yang belum menikah tidak diizinkan meninggalkan rumah atau disebut pengasingan. Untuk mengisi waktu luangnya, ia membaca buku sains yang dimilikinya.

Dia sangat suka membaca atau kutu buku dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari ketika dia memiliki banyak waktu luang. Dia bahkan tidak takut untuk bertanya kepada ayahnya apakah dia tidak mengerti atau mengerti.

Kartini memiliki banyak teman di Belanda dan sering berkomunikasi dengan mereka. Pernah meminta Mr. J. H. Abendanon beasiswa untuk belajar di Belanda.

Sebelum dia bisa menyuarakan permintaannya, dia menikah dengan Adipati Rembang, Raden Adipati Oyodiningrat.

Meskipun demikian, dia tidak berhenti berjuang dan karena suaminya juga mendukung tujuannya.

Dengan ketekunan dan ketekunan dari dia dan suaminya, mereka mendirikan sekolah-sekolah wanita di Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Madiun, Cirebon dan Malang. Sekolah ini dinamai Sekolah Kartini.

Pada 17 September 1904, Kartini meninggal pada usia 25, ketika dia melahirkan anak pertama dan satu-satunya.

Ia kemudian menjadi pelopor emansipasi wanita di negara Jawa. Kemudian Abendanon menulis kisah R.A. Kartini dengan judul “Door Duistemis Tot Licht” atau yang kita kenal sebagai “After Dark Is Rising Light”. Buku ini telah menginspirasi wanita di Indonesia tidak hanya saat ini, tetapi sampai sekarang.

Diorientasi kembali

Kami diizinkan menggunakan layanan R.A. Jangan lupa Kartini, tetapi kita harus mengingat prestasi dan meniru sifat masalah yang tiada henti. Karena masalahnya harus setia, pasti ada jalan keluar.

Sumber : https://rumusbilangan.com/contoh-teks-cerita-sejarah/


Puisi :

PAHLAWANKU


Kau adalah ibuku

Yang memperjuangkan anak-anaknya

Tanpa rasa takut

Kau pahlawanku


Kau begitu berani

Kau membela kami

Jasamu akan terus kami kenang 

Kau tidak akan terlupakan


Dengan ketekunanmu

Kau menjadikan kami

Para kaum wanita

Berpendidikan


Tanpamu 

Aku bukanlah apa-apa 

Terimakasih ibuku

Doaku menyertaimu




Rabu, 12 Agustus 2020

Cerita Sejarah

Pengertian Teks Sejarah 

Teks cerita sejarah adalah teks yang menjelaskan dan menceritakan tentang fakta dan kejadian masa lalu yang menjadi latar belakang terjadinya sesuatu yang mempunyai nilai sejarah.

Ciri-ciri Teks Sejarah, diantaranya :

1. disajikan secara kronologis atau urutan peristiwa atau urutan kejadian.

2. bentuk teks cerita ulang

3. struktur teks nya : orientasi, rangkaian kejadian, komplikasi, resolusi

4 sering menggunakan konjungsi temporal

5. isi berupa fakta 

Struktur teks sejarah 

1. Orientasi, suatu bagian pengenalan ataupun pembuka dari teks cerita sejarah tersebut.

2. Urutan peristiwa, rekaman peristiwa sejarah yang terjadi, yang umumnya akan disampaikan dalam bentuk urutan kronologis yang terjadi.

3. Reorientasi, biasanya berisikan sebuah komentar pribadi sang penulis terhadap peristiwa atau kejadian sejarah yang ingin diceritakan. bagian ini merupakan tahapan yang bersifat pilihan, artinya boleh saja bagian ini tidak disajikan oleh penulis teks cerita sejarah .

Kaidah Kebahasaan Teks Sejarah

1. Pronomina, biasanya kata yang digunakan untuk menggantikan benda serta menamai seseorang atau sesuatu secara tidak langsung.

2. Frasa adverbial, sebuah kata dimana menunjukan suatu kejadian atau peristiwa berupa waktu atau tempat

3. Verbal material, berfungsi untuk menunjukan aktivitas atau perbuatan nyata yang dilakukan oleh partisipan. kata kerja material ini menunjukan sebuah perbuatan fisik ataupun peristiwa, seperti : membaca, menulis, ataupun menyapu

4. konjungsi temporal, berguna untuk menata urutan-urutan sebuah peristiwa yang ingin diceritakan, teks cerita sejarah hanya memanfaatkan suatu konjungsi/kata penghubung temporal (kata sambung waktu)

Jenis - Jenis Teks Sejarah 

1. Sejarah fiksi, antara lain :

a. Novel, salah satu karya fiksi prosa yang ditulis secara naratif, dimana biasanya dalam bentuk cerita. penulis novel disebut novelis, serta kata novel berasal dari bahasa italia novella yang artinya sebuah kisah ataupun sepotong berita.

b. Cerpen, suatu bentuk prosa naratif fiktif. biasanya cerita pendek cenderung padat serta langsung terhadap tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi lain yang begitu panjang.

c. Legenda, cerita prosa mengenai rakyat dimana dianggap oleh yang memiliki cerita sebagai sesuatu yang benar-benar terjadi.

d. Roman, sejenis karya sastra dimana dalam bentuk prosa atau gancaran, yang isinya menggambarkan perbuatan pelakunya menurut sifat atau watak serta isi jiwa masing-masing. namun roman dapat memiliki arti yaitu kisah percintaan.

2. Sejarah Non-Fiksi

a. biografi, kisah ataupun keterangan mengenai kehidupan seseorang dimana ditulis oleh orang lain

b. Autobiografi, kisah maupun keterangan tentang kehidupan seseorang yang ditulis oleh orang itu sendiri yang mengalaminya.

c. Cerita perjalanan, teks yang didalamnya menceritakan tentang perjalanan.

d. Catatan sejarah, teks yang didalamnya menjelaskan atau menceritakan mengenai tentang fakta atau kejadian dimasa lalu yang nantinya akan menjadi asal mula, dimana nantinya memiliki nilai sejarah 

Perbedaan Sejarah Fiksi dan Non Fiksi

1. Sejarah Fiksi

a. jalan pengisahan disusun berdasarkan dunia nyata maupun menurunkan pengisahan nya langsung dari dunia nyata.

b. penggambaran kehidupan batin seorang tokoh lebih mendalam

c. pengembangan karakter tokoh tidak diungkapkan seluruhnya

d. menyajikan kehidupan sesuai dengan pandangan pribadi pengarang 

2. Sejarah Non-Fiksi

a. disusun berdasarkan data atau fakta yang objektif

b. penggambaran tokoh ditulis lengkap menurut fakta

c. menyajikan kehidupan sesuai dengan data maupun fakta.




sumber : 

https://www.yuksinau.id/teks-cerita-sejarah/

https://rumusrumus.com/struktur-teks-sejarah/


Senin, 27 April 2020

Menilai Karya Melalui Resensi

A.    Membandingkan Isi Berbagai Resensi Untuk Menemukan Sistematika Sebuah Resensi
Resensi adalah ulasan atau penilaian atau pembicaraan mengenai suatu karya baik itu buku, film, atau karya lain. Tugas penulis resensi adalah memberikan gambaran kepada pembaca mengenai suatu karya apakah layak dibaca atau tidak. Hal-hal yang dapat ditanggapi dalam resensi ialah kualitas isi, penampilan, unsur-unsur, bahasa, dan manfaat bagi pembaca.

Unsur-unsur atau sistematika yang terdapat dalam resensi di antaranya sebagai berikut :
1.      Judul resensi
2.      Identitas buku yang di resensi
3.      Pendahuluan (memperkenalkan pengarang, tujuan pengarang buku, dan lain-lain)
4.      Inti/isi resensi
5.      Keunggulan buku
6.      Kekurangan buku
7.      Penutup

B.     Menyusun Sebuah Resensi Dengan Memperhatikan Hasil Perbandingan Beberapa Teks Resensi
Berdasarkan objek karyanya, resensi terdiri atas bermacam-macam jenis. Ada resensi untuk novel; ada pula yang berupa kumpulan cerpen. Berdasarkan objek tanggapannya, ada pula yang berupa film, drama, lagu, buku ilmu pengetahuan, lukisan, dan karya-karya lainnya.

Dengan perbedaan-perbedaan objek karya itu, informasi yang kita dapat pun akan bermacam-macam pula. Misalnya, dari resensi novel atau kumpulan cerpen, informasi yang kita dapatkan adalah tentang alur, penokohan, latar, dan hal-hal lainnya yang terdapat di dalam buku-buku cerita itu. Berbeda halnya apabila resensi itu tentang buku populer, informasi yang kita dapatkan berupa sejumlah ilmu pengetahuan yang dapat memperluas wawasan kita tentang topik yang dibahas oleh buku itu.

C.     Menganalisis Kebahasaan Resensi Dalam Dua Karya yang Berbeda
Pemerintah telah menetapkan beberapa peraturan berkaitan dengan penulisan unsur serapan itu. Secara umum peraturan-peraturan itu adalah sebagai berikut :
1.   Satu bunyi dilambangkan dengan satu huruf, terkecuali untuk bunyi ng, ny,sy,kh yang diwakili oleh dua huruf. Contoh : kromosom bukan khromosom, foto bukan photo, retorika bukan rhetorika, dan tema bukan thema.
2.  Penulisan kata serapan harus sesuai dengan cara pengucapan yang berlaku dalam bahasa Indonesia. Misalnya : cek bukan check, tim bukan team, taksi bukan taxi, dan aki buka accu.
3.      Penulisan kata serapan diusahakan untuk tidak jauh berbeda dengan kata aslinya. Contoh : aerob (Inggris : aerobe) bukan erob, hidraulik (Inggris : hydraulic) bukan hidrolik, sistem (Inggris: system) bukan sistim. Frekuensi (Inggis: frequency) bukan frekwensi.

Tujuan utama resensi buku ialah memberikan tanggapan atas isi buku sebagai informasi kepada calon pembaca buku itu. Tanggapan itu dapat memotivasi pembaca resensi atau menjadi tidak berminat membaca buku yang di resensi itu. Di samping itu, resensi buku merupakan umpan balik bagi penulis buku untuk menyempurnakan isi buku tersebut pada edisi terbitan berikutnya. Tujuan meresensi buku hendaknya menjadi acuan bagi penulis resensi dalam mengembangkan resensi yang di susunnya dan juga sebagai salah satu kriteria bagi media yang akan memublikasikannya. Dalam menyimpulkan sebuah resensi perlu penguasaan atau teknik tertentu, misalnya menguasai isi buku, memiliki daya analisis, dan menguasai teori tentang buku yang di resensi.

D.    Mengonstruksi Sebuah Resensi dari Buku Kumpulan Cerita atau Novel yang Dibaca
Evaluasi terhadap karya sastra semacam novel lazim disebut dengan resensi, yakni ulasan terhadap kualitas suatu novel. Resensi ditulis untuk menarik minat baca khalayak untuk membaca novel yang di ulas. Unsur persuasif sering ditonjolkan dalam resensi. Dengan adanya resensi, pada khalayak timbul keinginan untuk membaca novel itu dan turut mengapresiasinya. Dengan demikian, resensi juga berfungsi sebagai pengantar dan pemandu bagi pembaca dan menikmati novel tersebut.

Pada tahap pengevaluasian, terlebih dahulu kita harus mampu menganalisis novel itu dengan baik. Pemahaman tentang unsur-unsur novel harus terkuasai dengan baik. Analisis tentang unsur-unsur novel yang telah kita pahami sebelumnya harus menjadi dasar di dalam mengevaluasi novel itu sehingga hasilnya benar-benar objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.

Adapun struktur penyajian resensi novel adalah sebagai berikut.
1.      Identitas novel, yang meliputi judul, nama penulis, penerbit, tahun terbit, dan tebal novel.
2.      Menyajikan ikhtisar atau hal-hal menarik dari novel.
3.      Memberikan penilaian, yang meliputi kelebihan dan kelemahannya. Penilaian tersebut sebaiknya meliputi unsur-unsur novel itu secara lengkap, yakni tema, alur, penokohan, latar, gaya bahasa, amanat, dan kepengarangan.
4.      Menyimpulkan resensi yang disajikan.

Untuk sampai pada penyajian resensi novel seperti itu, terdapat sejumlah pertanyaan yang dapat kita jadikan panduan. Berikut pertanyaan-pertanyaan yang dimaksud.
1.      Tema
a.       Apakah tema cerita itu ?
b.      Apakah tema itu sah dan benar sebagai kebenaran umum ?
2.      Alur
a.       Pola apakah yang digunakan pengarang dalam membangun alur ceritanya itu ?
b.      Peristiwa-peristiwa apakah yang telah dipilih untuk melayani tema cerita itu ?
c.       Apakah terdapat hubungan wajar dan baik antara tema dengan peristiwa-peristiwa itu ?
d.      Mengapa suatu peristiwa lebih menonjol daripada yang lain-lainnya?
e.   Apakah peristiwa-peristiwa itu disusun secara rapi dan baik sehingga dapat memberikan suatu penekanan yang penting dan berguna ?
f.        Apakah peristiwa-peristiwa itu wajar dan hidup ?
g.      Bagaimana peristiwa-peristiwa itu mengantarkan perjalanan hidup tokoh utamanya?
3.      Latar
a.       Di mana dan kapankah peristiwa itu terjadi?
b.  Bagaimana peranan latar tersebut dalam keseluruhan cerita : apakah latar tersebut menguatkan atau justru melemahkan cerita ?
4.      Penokohan
a.       Bagaimana cara pengarang dalam menampilkan karakter tokoh-tokohnya?
b.      Apakah karakter tokoh-tokoh itu wajar atau terkesan dibuat-buat?
c.       Bagaimana hubungan antara satu tokoh dengan tokoh lainnya?
d. Bagaimana peranan karakter tokoh-tokoh tersebut dalam mendukung tema dan menghidupkan alur cerita ?
5.      Sudut pandang
a.       Dari sudut pandang siapakah cerita itu diceritakan ?
b.      Apakah sudut pandang itu dijalankan dengan konsekuen dalam seluruh cerita?
6.      Amanat
a.       Apa amanat cerita itu?
b.      Bagaimana cara pengarang menyampaikan amanatnya, bersifat menggurui atau tidak?
7.      Bahasa
a.       Apakah gaya bahasa cerita itu tajam, lincah, dan sugestif?
b.      Gaya bahasa apakah yang dipergunakan dalam cerita itu ?
c.       Apakah penggunaan gaya bahasa itu tepat, wajar, dan hidup?

Menulis resensi tidaklah mudah. Untuk melakukan kegiatan ini diperlukan beberapa persyaratan. Berikut persyaratan tersebut.
1.      Penulis harus memiliki pengetahuan di bidangnya. Artinya, jika seorang penulis akan meresensi sebuah novel, maka ia harus memiliki pengetahuan tentang teori novel dan perkembangannya.
2.      Penulis harus memiliki kemampuan menganalisis. Sebuah buku novel terdiri atas unsur internal dan eksternal atau yang lebih dikenal dengan unsur intrinsik dan ekstrinsik. Seorang penulis harus mampu menggali unsur-unsur tersebut.
3.   Seorang penulis juga dituntut memiliki pengetahuan dalam acuan yang sebanding. Artinya, penulis akan membandingkan sebuah karya lain yang sejenis. Dengan demikian, ia akan mampu menemukan kelemahan dan keunggulan sebuah karya.

Sumber : https://drive.google.com/file/d/13AIpIOUMI62K4GC7wf8MUq6xuvwQFtq6/view








Teks Eksplanasi