A. Membandingkan
Isi Berbagai Resensi Untuk Menemukan Sistematika Sebuah Resensi
Resensi adalah ulasan
atau penilaian atau pembicaraan mengenai suatu karya baik itu buku, film, atau
karya lain. Tugas penulis resensi adalah memberikan gambaran kepada pembaca
mengenai suatu karya apakah layak dibaca atau tidak. Hal-hal yang dapat
ditanggapi dalam resensi ialah kualitas isi, penampilan, unsur-unsur, bahasa,
dan manfaat bagi pembaca.
Unsur-unsur atau sistematika
yang terdapat dalam resensi di antaranya sebagai berikut :
1. Judul
resensi
2. Identitas
buku yang di resensi
3. Pendahuluan
(memperkenalkan pengarang, tujuan pengarang buku, dan lain-lain)
4. Inti/isi
resensi
5. Keunggulan
buku
6. Kekurangan
buku
7. Penutup
B. Menyusun
Sebuah Resensi Dengan Memperhatikan Hasil Perbandingan Beberapa Teks Resensi
Berdasarkan objek karyanya,
resensi terdiri atas bermacam-macam jenis. Ada resensi untuk novel; ada pula
yang berupa kumpulan cerpen. Berdasarkan objek tanggapannya, ada pula yang
berupa film, drama, lagu, buku ilmu pengetahuan, lukisan, dan karya-karya
lainnya.
Dengan perbedaan-perbedaan objek karya itu, informasi yang kita dapat
pun akan bermacam-macam pula. Misalnya, dari resensi novel atau kumpulan
cerpen, informasi yang kita dapatkan adalah tentang alur, penokohan, latar, dan
hal-hal lainnya yang terdapat di dalam buku-buku cerita itu. Berbeda halnya
apabila resensi itu tentang buku populer, informasi yang kita dapatkan berupa
sejumlah ilmu pengetahuan yang dapat memperluas wawasan kita tentang topik yang
dibahas oleh buku itu.
C. Menganalisis
Kebahasaan Resensi Dalam Dua Karya yang Berbeda
Pemerintah telah
menetapkan beberapa peraturan berkaitan dengan penulisan unsur serapan itu. Secara
umum peraturan-peraturan itu adalah sebagai berikut :
1. Satu
bunyi dilambangkan dengan satu huruf, terkecuali untuk bunyi ng, ny,sy,kh yang
diwakili oleh dua huruf. Contoh : kromosom bukan khromosom, foto bukan photo,
retorika bukan rhetorika, dan tema bukan thema.
2. Penulisan
kata serapan harus sesuai dengan cara pengucapan yang berlaku dalam bahasa Indonesia.
Misalnya : cek bukan check, tim bukan team, taksi bukan taxi, dan aki buka
accu.
3. Penulisan
kata serapan diusahakan untuk tidak jauh berbeda dengan kata aslinya. Contoh :
aerob (Inggris : aerobe) bukan erob, hidraulik (Inggris : hydraulic) bukan
hidrolik, sistem (Inggris: system) bukan sistim. Frekuensi (Inggis: frequency)
bukan frekwensi.
Tujuan utama resensi buku
ialah memberikan tanggapan atas isi buku sebagai informasi kepada calon pembaca
buku itu. Tanggapan itu dapat memotivasi pembaca resensi atau menjadi tidak
berminat membaca buku yang di resensi itu. Di samping itu, resensi buku
merupakan umpan balik bagi penulis buku untuk menyempurnakan isi buku tersebut
pada edisi terbitan berikutnya. Tujuan meresensi buku hendaknya menjadi acuan
bagi penulis resensi dalam mengembangkan resensi yang di susunnya dan juga
sebagai salah satu kriteria bagi media yang akan memublikasikannya. Dalam menyimpulkan sebuah
resensi perlu penguasaan atau teknik tertentu, misalnya menguasai isi buku,
memiliki daya analisis, dan menguasai teori tentang buku yang di resensi.
D. Mengonstruksi
Sebuah Resensi dari Buku Kumpulan Cerita atau Novel yang Dibaca
Evaluasi terhadap karya
sastra semacam novel lazim disebut dengan resensi, yakni ulasan terhadap
kualitas suatu novel. Resensi ditulis untuk menarik minat baca khalayak untuk
membaca novel yang di ulas. Unsur persuasif sering ditonjolkan dalam resensi. Dengan
adanya resensi, pada khalayak timbul keinginan untuk membaca novel itu dan
turut mengapresiasinya. Dengan demikian, resensi juga berfungsi sebagai pengantar
dan pemandu bagi pembaca dan menikmati novel tersebut.
Pada tahap pengevaluasian,
terlebih dahulu kita harus mampu menganalisis novel itu dengan baik. Pemahaman tentang
unsur-unsur novel harus terkuasai dengan baik. Analisis tentang unsur-unsur
novel yang telah kita pahami sebelumnya harus menjadi dasar di dalam
mengevaluasi novel itu sehingga hasilnya benar-benar objektif dan dapat
dipertanggungjawabkan.
Adapun struktur penyajian
resensi novel adalah sebagai berikut.
1. Identitas
novel, yang meliputi judul, nama penulis, penerbit, tahun terbit, dan tebal
novel.
2. Menyajikan
ikhtisar atau hal-hal menarik dari novel.
3. Memberikan
penilaian, yang meliputi kelebihan dan kelemahannya. Penilaian tersebut sebaiknya
meliputi unsur-unsur novel itu secara lengkap, yakni tema, alur, penokohan,
latar, gaya bahasa, amanat, dan kepengarangan.
4. Menyimpulkan
resensi yang disajikan.
Untuk
sampai pada penyajian resensi novel seperti itu, terdapat sejumlah pertanyaan
yang dapat kita jadikan panduan. Berikut pertanyaan-pertanyaan yang dimaksud.
1. Tema
a. Apakah
tema cerita itu ?
b. Apakah
tema itu sah dan benar sebagai kebenaran umum ?
2. Alur
a. Pola
apakah yang digunakan pengarang dalam membangun alur ceritanya itu ?
b. Peristiwa-peristiwa
apakah yang telah dipilih untuk melayani tema cerita itu ?
c. Apakah
terdapat hubungan wajar dan baik antara tema dengan peristiwa-peristiwa itu ?
d. Mengapa
suatu peristiwa lebih menonjol daripada yang lain-lainnya?
e. Apakah
peristiwa-peristiwa itu disusun secara rapi dan baik sehingga dapat memberikan
suatu penekanan yang penting dan berguna ?
f.
Apakah peristiwa-peristiwa itu wajar dan
hidup ?
g. Bagaimana
peristiwa-peristiwa itu mengantarkan perjalanan hidup tokoh utamanya?
3. Latar
a. Di
mana dan kapankah peristiwa itu terjadi?
b. Bagaimana
peranan latar tersebut dalam keseluruhan cerita : apakah latar tersebut
menguatkan atau justru melemahkan cerita ?
4. Penokohan
a. Bagaimana
cara pengarang dalam menampilkan karakter tokoh-tokohnya?
b. Apakah
karakter tokoh-tokoh itu wajar atau terkesan dibuat-buat?
c. Bagaimana
hubungan antara satu tokoh dengan tokoh lainnya?
d. Bagaimana
peranan karakter tokoh-tokoh tersebut dalam mendukung tema dan menghidupkan
alur cerita ?
5. Sudut
pandang
a. Dari
sudut pandang siapakah cerita itu diceritakan ?
b. Apakah
sudut pandang itu dijalankan dengan konsekuen dalam seluruh cerita?
6. Amanat
a. Apa
amanat cerita itu?
b. Bagaimana
cara pengarang menyampaikan amanatnya, bersifat menggurui atau tidak?
7. Bahasa
a. Apakah
gaya bahasa cerita itu tajam, lincah, dan sugestif?
b. Gaya
bahasa apakah yang dipergunakan dalam cerita itu ?
c. Apakah
penggunaan gaya bahasa itu tepat, wajar, dan hidup?
Menulis resensi tidaklah
mudah. Untuk melakukan kegiatan ini diperlukan beberapa persyaratan. Berikut persyaratan
tersebut.
1. Penulis
harus memiliki pengetahuan di bidangnya. Artinya, jika seorang penulis akan
meresensi sebuah novel, maka ia harus memiliki pengetahuan tentang teori novel
dan perkembangannya.
2. Penulis
harus memiliki kemampuan menganalisis. Sebuah buku novel terdiri atas unsur
internal dan eksternal atau yang lebih dikenal dengan unsur intrinsik dan
ekstrinsik. Seorang penulis harus mampu menggali unsur-unsur tersebut.
3. Seorang
penulis juga dituntut memiliki pengetahuan dalam acuan yang sebanding. Artinya,
penulis akan membandingkan sebuah karya lain yang sejenis. Dengan demikian, ia
akan mampu menemukan kelemahan dan keunggulan sebuah karya.
